Artikel
Berseri-Rasionalitas Ajaran Gereja dalam Perpektif Logika-Yudaisme
Di dunia saat ini terdapat lebih dari 41.000 denominasi kekristenan, mereka semua mengaku pengikut Yesus. benarkah berbagai ajaran gereja yang berbeda dan bahkan betentangan satu sama lain tersebut adalah ajaran Yesus sejati ?? untuk mejawabnya kita dapat menguji rasionalitas ajaran tersebut dalam perspektif logika-yudaisme dengan menggunakan pertimbangan yang logis dari pikiran sehat berdasarkan akal budi manusia dan juga meneropongnya dari sudut pandang ajaran yudaisme bila diperlukan, hal ini disebabkan karena kekristenan berakar pada yudaisme.
Dari alkitab diketahui bahwa perjanjian lama telah menjadi menjadi kitab suci umat yahudi, mereka termasuk Yesus menyembah tuhan yang maha esa, namun ribuan tahun kemudian tiba-tiba gereja mengajarkan ketuhanan trinitas dan Yesus menjadi salah satu Tuhan yang disembah serta memperkenalkan ajaran baru dosa asal seluruh manusia yang sebelumnya tidak dikenal oleh abraham, musa, para nabi bahkan Yesus sendiri.
bukankah sangat aneh, menggunakan kitab suci yang sama, Tuhannya menjadi berbeda ?? bukankah tidak masuk akal bila tiba-tiba Tuhan menjadi jahat menghukum seluruh manusia dengan dosa asal yang tidak pernah diperbuatnya ?? masih banyak ajaran gereja yang menimbulkan pertanyaan yang membutuhkan jawaban tegas dan logis, bukankah kita beragama karena kita menginginkan akhir hidup kita di dunia bisa berlanjut dengan kekekalan dan kebahagiaan di surga ?? kita semua pasti tidak mau salah pilih dan mempertaruhkan masa depan kita berakhir di neraka, bukan ??
Ajaran yang benar pasti lolos uji, apakah yang diajarkan gereja adalah benar akan kita ketahui setelah diuji rasionalitasnya menggunakan logika akal budi manusia, alkitapedia membantu anda dalam pengujian tersebut melaui artikel berseri Rasionalitas Ajaran Gereja dalam Perpektif Logika-Yudaisme, episode kali ini berjudul " Menguji Konsep Dosa Warisan ".
Konsep dosa warisan benar-benar tidak dikenal dalam agama Yahudi dan Kekristenan di Timur Tengah, konsep ini hanya tersebar luas di gereja-gereja Eropa, benua Amerika, dan beberapa negara lainnya. dosa warisan adalah dosa asal yang diwariskan dari dosa manusia pertama yaitu Adam kepada seluruh manusia.
Kisah kejatuhan Adam karena pelanggarannya memakan buah terlarang telah dikisahkan dalam kitab
kejadian, selama ribuan tahun umat yahudi mengimani salah satu kitab sucinya
tersebut tidak dikenal adanya dosa warisan, karena memang dalam kitab kejadian
dengan jelas disebutkan semua hukuman yang harus ditanggung oleh Adam dan Hawa atas
kesalahannya sedangkan tentang dosa warisan tidak disinggung sama sekali,
bahkan dalam semua kitab suci agama yahudi tidak dikenal adanya dosa
warisan
dan semua nabi yang datang di kemudian hari juga tidak mengenalnya
termasuk Yesus yang dianggap oleh umat kristen sebagai Tuhan juga tidak tahu
menahu, tidak ada konsep dosa warisan dalam ajaran Yesus. pembahasan selengkapnya
bacalah artikel kami yang berjudul :"Apa Kata Yesus Tentang Dosa Warisan"
Karena itulah
menjadi sangat aneh dan janggal, setelah ribuan tahun umat yahudi dan pengikut Yesus mula-mula dengan berdasar kitab yang sama tidak mengenal dosa warisan,
tiba-tiba konsep dosa warisan ini muncul setelah Yesus tiada di dunia, dalam
alkitab sendiripun tidak disebutkan Tuhan memfirmankannya, entah dari mana
asalnya tidak diketahui, yang pasti Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma
ia mengajarkan adanya dosa seluruh manusia yang berasal dari Adam karena
pelanggarannya, saat itulah untuk pertama kalinya konsep dosa warisan
muncul. (roma 5:12).
Mengapa dikatakan
konsep dosa warisan dan penebusan dosa berasal dari ide Paulus ? sebab
Pauluslah yang pertama kali mengajarkan
tentang Yesus sebagai penebus dosa kepada jemaat di Korintus. "Sebab
yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima
sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita." (1
Korintus 15:3). Surat ini ditulis sekitar pertengahan tahun 50an untuk
orang-orang Korintus, dimana Daerah ini terkenal sebagai kota metropolitan yunani
kuno yang bergelimang dosa oleh pelacuran dan kebobrokan moral yang merajalela.
Pada saat surat ini dibuat, belum ada satupun Injil yang ditulis, serta belum
ada seseorang pun baik murid-murid Yesus maupun pengikut-pengikutnya yang
mengatakan atau mengajarkan bahwa Yesus mati untuk menebus dosa manusia.
Orang-orang
Korintus menyambut ajaran Paulus dengan gembira dan bersemangat. Mereka ingin
segera mengenal Yesus Kristus yang masih segar kisah kematiannya di tiang salib
serta merindukan pengalaman rohani yang baru dengan "Kristus baru"
yang diperkenalkan Paulus. Ketertarikan mereka ini dilukiskan oleh Burton
L. Mack dalam bukunya Who Wrote the New Testament, halaman 126: "They
were impressed rather with the chance to experience the spirit of the new god
called Christ and to manifest the spiritual sign that proved they had enter his
kingdom." (mereka justru lebih tertarik pada kesempatan untuk
mendapatkan pengalaman rohani dari Tuhan baru yang disebut Kristus (Yesus)
serta menyatakan tanda-tanda rohani yang membuktikan bahwa mereka telah
memasuki kerajaannya).
Antusiasme warga
korintus kepada Yesus kristus dikarenakan Mereka sudah bosan dengan
Kristus-kristus mereka yang lama dan sudah uzur, yang dianggapnya sudah tidak
mampu lagi mengatasi persoalan mereka. Hal ini dinyatakan oleh Calvin J.
Roetzel dalam bukunya The Letters of Paul, halaman 31: "The decline
of social institution and the rise of a spirit of skepticism virtually
destroyed the old religions. To be sure, certain primitive form of religion and
new religions remained. But even though people still stood in awe of the power
and mistery of certain primal forces, belief in the old gods - Zeus, Aphrodite,
Apollo etc. -was on the wane." (Melemahnya lembaga sosial dan
bangkitnya semangat skeptis, merusak agama-agama yang sudah ada. Namun,
agama-agama primitif tertentu dan agama-agama baru masih tetap ada. Tetapi
walaupun masyarakat masih mengagumi kekuatan dan misteri penguasa alam
tertentu, namun kepercayaan kepada dewa-dewa lama - Zeus, Aphrodite, Apollo
dll. - sudah mulai luntur).
Pengalaman rohani
dengan Kristusnya yang baru ini, diperkenalkan oleh Paulus kemana-mana
sebagaimana yang dapat kita lihat dalam Suratnya kepada jemaat di Galatia: "Hai
orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah
Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di
depanmu?" (Galatia 3:1)
Selanjutnya agar
dapat menghidupkan ajaran penebusan dosa dengan cara menumpahkan darah
sebagaimana disebutkan diatas diperlukan ajaran lain atau dengan kata lain
agar ajaran penyelamatan atau Soteriologi
salib bisa fungsional memerlukan doktrin Kristen tentang “dosa asal” atau “dosa
warisan”. Inilah alasan mengapa dalam kekristenan ada ajaran dosa warisan
sedangkan dalam agama yahudi, dengan menggunakan kitab yang sama yaitu
perjanjian lama tidak dikenal adanya dosa warisan.
Konsep dosa
warisan sangatlah tidak logis karena itu tidak dikenal pada agama lain termasuk
agama Islam dan juga pada agama yahudi yang menjadi akar agama kristen, fakta
ini memberikan citra buruk ajaran kristen yang salama ini digembar gemborkan
sebagai agama kasih karena menunjukkan adanya Tuhan yang kejam menghukum
manusia yang tidak bersalah, pembahasan lebih lengkap bacalah artikel kami yang
berjudul : " rkply-dosa warisan citra buruk tuhan yang kejam." Dikatakan tidak
logis karena ajaran dosa warisan ini dapat menimbulkan banyak pertanyaan serius,
diantaranya :
Adalah
sangat tidak adil bagi si penerima dosa warisan, bagaimana orang bisa divonis
berdosa tanpa melakukan kesalahan sedikitpun, Istilah kate Adam dan Hawa makan
nangka kok gue kena getahnya.
Adalah sangat
tidak adil dan kejam jika Tuhan harus dibunuh untuk dikorbankan sebagai penebus dosa
manusia, Istilah kate kita yang makan nangka, tuhan yang kena getahnya.
Adalah tidak logis
bahwa untuk menebus dosa, di mulai dengan menimbulkan dosa baru karena adanya
pembunuhan, istilah kate sebelum menikmati nangka, harus menikmati getahnya
dulu.
Adalah sangat keterlaluan bila harus
mengorbankan Tuhan untuk manusia, seharusnyalah manusialah yang harus berterima
kasih kepada Tuhan atas karunia kehidupan yang kita terima, istilah kate kita
makan nangka, si penjual nangka harus membayar kepada kita.
Sebenarnya Masih
banyak pertanyaan lain yang muncul berkaitan dengan ajaran dosa warisan ini,
misalnya, doktrin ini bukan mengajarkan kasih melainkan kekerasan, memberikan
contoh pembalasan dendam, yaitu Tuhan dengan seenaknya menghukum semua manusia
tak bersalah, kemudian dibalas oleh
manusia dengan cara membunuh Tuhan di
tiang salib untuk menebus dosa manusia.
Sebagai bukti dosa warisan bukan merupakan ajaran dari Tuhan adalah, tidak ada satu ayatpun dalam perjanjian lama yang berbicara
mengenai dosa warisan, Abraham, Musa dan semua nabi tidak pernah mengajarkan,
bahkan Yesus sedikitpun tidak pernah menyinggung adanya dosa Adam yang diwariskan
kepada manusia. Demikian juga dengan Adam yang dikatakan sebagai penyebab dosa yang
menjalar kepada seluruh manusia juga tidak tahu menahu adanya dosa warisan
tersebut, tentunya semua orang yahudi pada zaman Yesus juga tidak tahu bahwa
dirinya telah berdosa dan terpisah dari Allah.
Umat kristen pasti
menolak bila dikatakan konsep dosa warisan berasal dari ajaran Paulus, namun
yang jelas adalah Siapa pun yang menciptakan konsep ini, pastinya bukanlah
Yesus, karena dalam alkitab tercatat bahwa Yesus berkata, "Biarkanlah
anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaku; sebab
orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." (Matius
19:14). Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana mungkin anak-anak
kecil yang belum dibaptis bisa masuk kerajaan sorga? Karena menurut
doktrin Kristen, mereka yang tidak dibaptis pasti masuk neraka. Jadi ada dua
pilihan disini: Entah anak-anak terlahir dengan membawa dosa warisan sehingga
masuk neraka atau akan masuk Kerajaan Sorga. Gereja harus memilih salah
satunya. Tentunya kita tidak bisa membayangkan bahwa seorang bayi yang lucu dan
imut, yang masih belum dibaptis, akan masuk neraka apabila dia meninggal dunia.
bahkan kitab Yehezkiel 18:20 berbunyi, "Orang yang berbuat dosa, itu yang
harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak
akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat
kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya."
Ulangan 24:16
mengulangi pesan yang sama. Sebagian orang mungkin dapat berkata “Tapi ayat
tersebut adalah Perjanjian Lama! Kami orang-orang Kristen mengikuti Perjanjian
Baru.” walau demikian Perjanjian Lama tidak lebih tua daripada Adam! Jika dosa
warisan memang sudah ada dan berasal dari Adam dan Hawa, pastilah konsep itu
ada dalam kitab perjanjian lama dan Tentunya para nabi dari segala zaman akan
mengajarkan tentang konsep dosa warisan kepada pengikut-pengikutnya. Namun
faktanya tidaklah demikian! Bahkan Yesus seperti yang dijelaskan di atas,
menentang konsep dosa warisan ini.
Gereja mengajarkan bahwa setelah kejatuhan Adam, manusia
memiliki masalah yang sangat serius dan berat, semua manusia mewarisi dosa asal
dari Adam, mereka terpisah dari Allah. manusia tidak dapat menyelamatkan
dirinya sendiri, sekuat apapun ia berusaha karena mereka tidak bisa mencapai
standar kesucian. Itulah sebabnya karena kasihnya yang besar, Allah Bapa
mengutus Putra-Nya Yang Tunggal datang ke bumi dan menjadi manusia untuk
menyelesaikan masalah tersebut sehingga dosa manusia ditebus dan bisa dikembalikan kepada
rancangan Allah semula.
Pernyataan
"karena kasihnya yang besar, Allah Bapa mengutus Putra-Nya Yang Tunggal
menebus dosa manusia" adalah sangat lucu dan tidak masuk akal bila
penebusan dosa dikatakan sebagai kasih Allah yang besar, bukankah Allah sendiri yang memulai dengan
menghukum manusia dengan dosa warusan ?? bukankah sejak awal Allah tahu bahwa Adam pasti akan melanggar larangan memakan buah di taman eden ?? mengapa tetap
saja Allah meletakkan pohon pengetahuan di taman eden ?? bukankah membebani
semua manusia dengan dosa warisan menunjukkan Allah yang kejam dan tiada kasih
?? pembahasan lebih lengkap bacalah artikel kami : "rkply-pertanyaan dari
seorang ateis tentang penciptaan manusia dan dosa warisan."
Apakah konsep dosa
warisan masuk akal? Gunakanlah akal kita. Jika kita melihat seorang bayi
dan lihatlah wajah dan keluguannya,
begitu susah untuk meyakinkan diri kita bahwa jika bayi ini mati, maka dia akan
masuk neraka karena dosa warisan. Nyatanya, tidak seorangpun yang pernah
melihat seorang bayi dan mengatakan “Oh, betapa jahatnya bayi ini. Dia perlu
dijebloskan ke penjara.”.
Dosa warisan
adalah hal yang paling penting untuk dijelaskan kepada orang-orang yahudi,
anehnya selama Yesus melakukan penginjilan kepada mereka, ia tidak pernah
membicarakan tentang dosa warisan, bahkan disinggung sedikitpun juga tidak, termasuk
kepada 12 orang muridnya, Yesus juga tidak pernah mengajarkannya, bahkan sampai
akhir hayatnya, Yesus tidak tahu menahu tentang dosa warisan.
Sampai saat ini
umat yahudi tidak meyakini adanya dosa warisan, fakta ini menunjukkan bahwa
ajaran dosa warisan baru muncul setelah adanya ajaran kristen dari Paulus. Bila Adam, Abraham, Musa dan semua bangsa israel termasuk Yesus tidak tahu menahu
tentang adanya dosa warisan, bahkan Allah sendiripun juga tidak tahu karena tidak memfirmankan maka ajaran
dosa asal atau dosa warisan yang diajarkan Paulus patut dipertanyakan asal
usulnya darimana ??
Gereja engajarkan bahwa efek dari dosa warisan atau dosa asal ini kemudian
menjangkiti semua manusia yang dilahirkan oleh Adam-Hawa. karena Adam-Hawa
berdosa, maka semua manusia yang dilahirkan menjadi memiliki natur dosa. Dosa
warisan adalah "dosa dan kesalahan dimiliki oleh semua manusia"
sebagai akibat secara langsung dari dosa Adam di Taman Eden. manusia dilahirkan
dalam keadaan berdosa dan mempunyai kodrat secara natural akan berbuat jahat
dan dosa. "Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang
telah menjadi orang berdosa" (Roma 5:19).
Karena konsep yang
keliru inilah maka menurut matius 5:28-29 orang yang memandang perempuan dan
menginginkannya sudah dianggap berzinah dalam hati dan dihukum dengan congkel
mata. tentu saja penghakiman ini terlalu berlebihan apalagi hukum cungkil mata disamping terlalu kejam
juga sulit dan mustahil dapat dilaksanakan. ebagai perbandingan dalam islam diajarkan bahwa semua
manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, yaitu suci tanpa dosa, tidak ada yang namanya berdosa ketika
memikirkan sesuatu yang jahat. Bagi seorang Muslim, pikiran jahat dapat menjadi
amal baik bila orang tersebut menolak untuk menindaklanjuti pikiran jahatnya. Dalam perspektif Islam, pikiran jahat hanya menjadi dosa ketika hal tersebut
dilakukan.
Pikiran yang baik tidak selalu menjadi hal pertama yang terlintas dalam benak manusia, bahkan manusia mempunyai kecenderungan berbuat jahat. Karena itu, dalam perspektif Islam, pikiran untuk berbuat baik saja sudah diganjar pahala, meskipun jika pikiran baik itu tidak ditindaklanjuti. Dan ketika orang tersebut benar-benar melakukan perbuatan baik, Allah melipatgandakan pahalanya. pembahasan lebih lengkap bacalah artikel berseri Rasionalitas Ajaran Gereja dalam Perpektif Logika-Yudaisme yang berjudul : "perbandingan logis ajaran kristen dan islam".
Pikiran yang baik tidak selalu menjadi hal pertama yang terlintas dalam benak manusia, bahkan manusia mempunyai kecenderungan berbuat jahat. Karena itu, dalam perspektif Islam, pikiran untuk berbuat baik saja sudah diganjar pahala, meskipun jika pikiran baik itu tidak ditindaklanjuti. Dan ketika orang tersebut benar-benar melakukan perbuatan baik, Allah melipatgandakan pahalanya.
Kesimpulannya
adalah menghukum manusia sejak lahir sebagai manusia berdosa menunjukkan Tuhan
yang kejam dan tidak adil. walaupun ada kecenderungan manusia berbuat jahat
namun memvonis manusia secara natural selalu berfikiran jahat adalah
merendahkan nilai kemanusiaan, apalagi menjatuhkan hukuman kepada manusia yang
hanya berfikir jahat namun tidak melakukannya adalah suatu kekejian dan
kejahatan kemanusiaan, karena itulah konsep dosa waris selain tidak logis juga
kejam dan tidak adil.
Sebagai penutup artikel ini kami mengajak pembaca merenung sejenak, Allah yang maha pengasih dan maha penyayang jauh dari sifat tercela : mustahil Allah menjadikan bayi baru lahir sebagai manusia berdosa, yang nantinya mengharuskan Allah menjadi manusia menebus dosa manusia. jangan terseret ajaran sesat, ikuti ajaran yesus berdasar pada perjanjian lama bahwa Allah bukan manusia dan mustahil menjadi anak manusia (Bilangan 23:19).
Sebagai penutup artikel ini kami mengajak pembaca merenung sejenak, Allah yang maha pengasih dan maha penyayang jauh dari sifat tercela : mustahil Allah menjadikan bayi baru lahir sebagai manusia berdosa, yang nantinya mengharuskan Allah menjadi manusia menebus dosa manusia. jangan terseret ajaran sesat, ikuti ajaran yesus berdasar pada perjanjian lama bahwa Allah bukan manusia dan mustahil menjadi anak manusia (Bilangan 23:19).
---===---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar