Kamis, 07 April 2016

Apa Kata Yesus Tentang Dosa Warisan



Yang dimaksud rasionalitas kristen perspektif logika-yudaisme adalah Menguji agama kristen dengan menggunakan pertimbangan yang logis dari pikiran sehat berdasarkan  akal budi manusia dan juga meneropongnya dari sudut pandang ajaran yudaisme bila diperlukan,  hal ini disebabkan karena agama kristen berakar pada yudaisme dan adanya kaitan yang erat antara agama kristen dan agama yahudi.

Selama ribuan tahun perjanjian lama menjadi kitab suci, yang disembah oleh umat yahudi  adalah tuhan yang maha esa, namun tiba-tiba setelah perjanjian lama diakui sebagai bagian dari alkitab, umat kristen memperkenalkan tuhan trinitas dan dosa asal seluruh manusia yang sebelumnya tidak dikenal oleh abraham, musa dan para nabi lainnya.

bukankah sangat aneh, menggunakan kitab suci yang sama, tuhannya menjadi berbeda ?? bukankah tidak masuk akal bila tiba-tiba tuhan menjadi jahat menghukum seluruh manusia dengan dosa asal yang tidak pernah diperbuatnya ?? masih banyak ajaran kristen yang menimbulkan pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang tegas dan logis, bukankah kita beragama karena kita menginginkan akhir hidup kita di dunia bisa berlanjut dengan kekekalan dan kebahagiaan di surga ?? kita semua pasti tidak mau salah pilih dan mempertaruhkan masa depan kita berakhir di neraka, bukan ??

Agama yang benar pasti lolos uji, apakah kristen adalah suatu agama yang benar akan kita ketahui setelah diuji rasionalitasnya menggunakan logika akal budi manusia, alkitapedia membantu anda dalam pengujian tersebut melaui artikel berseri rasionalitas kristen perspektif logika-yudaisme, episode kali ini berjudul : .  .  .  .  .  .  .

Menurut ajaran kristen,  setelah kejatuhan adam manusia memiliki masalah yang sangat serius dan berat, semua manusia mewarisi dosa asal dari adam  dan terpisah dari Allah. manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, sekuat apapun ia berusaha karena mereka tidak bisa mencapai standar kesucian. Itulah sebabnya karena kasihnya yang besar, Allah Bapa mengutus Putra-Nya Yang Tunggal datang ke bumi dan menjadi manusia untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga dosa manusia  ditebus dan bisa dikembalikan kepada rancangan Allah semula.

Apabila kita baca alkitab, dalam 46 kitab (atau 39 kitab bagi kristen protestan) perjanjian lama tidak ada satu ayatpun yang menyinggung tentang dosa asal atau dosa warisan, abraham, musa dan semua nabi tidak mengenal ajaran dosa warisan, bahkan adam yang dikatakan sebagai penyebab dosa menjalar kepada seluruh manusia juga tidak tahu menahu adanya dosa warisan tersebut, tentunya semua orang yahudi pada zaman yesus juga tidak tahu bahwa dirinya telah berdosa dan terpisah dari allah.

Dosa warisan adalah hal yang paling penting untuk dijelaskan kepada orang-orang yahudi, anehnya selama yesus melakukan penginjilan kepada mereka, ia tidak pernah membicarakan tentang dosa warisan, bahkan  disinggung sedikitpun juga tidak, termasuk kepada 12 orang muridnya, yesus juga tidak pernah mengajarkannya, bahkan sampai akhir hayatnya, yesus tidak tahu menahu tentang dosa warisan.


bila misi yesus adalah menyelesaikan dosa warisan dan mengembalikan manusia kepada rancangan allah semula sudah pasti yesus akan menjelaskan bahwa dosa yang ditanggung oleh manusia  tidak dapat diselesaikan dengan usaha mereka sendiri, tanpa dirinya manusia tidak dapat menyelamatkan  dirinya sendiri, sekuat apapun ia berusaha, karena itulah sangat aneh dan janggal bila masalah sepenting ini tidak diberitakan oleh yesus, satu-satunya jawaban atas misteri ini adalah yesus tidak tahu adanya dosa warisan karena dosa warisan memang tidak ada. Dosa warisan hanyalah mitos saja, sebab bila dosa warisan adalah ajaran yesus, mustahil yesus tidak mengajarkannya.  Yesus sudah pasti dan dengan jelas terbukti tidak mengajarkan dosa warisan, Siapa pun yang menciptakan konsep ini, pastinya bukanlah Yesus, karena dalam Bibel tercatat bahwa Yesus berkata:

"Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya  Kerajaan Sorga." (matius 19:14)

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.(markus 16:16)

Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana mungkin anak-anak kecil  yang belum dibaptis bisa masuk kerajaan sorga? Karena menurut doktrin Kristen, mereka yang tidak dibaptis akan masuk neraka. Jadi ada dua pilihan disini: Entah anak-anak terlahir dengan membawa dosa warisan sehingga masuk neraka atau akan masuk Kerajaan Sorga. Gereja harus memilih salah satunya. Tentunya kita tidak bisa membayangkan bahwa seorang bayi yang lucu dan imut, yang masih belum dibaptis, akan masuk neraka apabila dia meninggal dunia. Yehezkiel 18:20 berbunyi, "Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya."

Ulangan 24:16 mengulangi pesan yang sama. Sebagian orang mungkin dapat berkata “Tapi ini ada di Perjanjian Lama! Kami orang-orang Kristen mengikuti Perjanjian Baru.” Tapi masalahnya adalah Perjanjian Lama tidak lebih tua daripada Adam! Jika dosa warisan memang sudah ada dan berasal dari Adam dan Hawa, seseorang tidak akan menemukan dosa warisan ditentang dalam kitab suci dari segala zaman! Tentunya para nabi dari segala zaman akan mengajarkan tentang konsep dosa warisan kepada pengikut-pengikutnya. Namun faktanya tidaklah demikian! Bahkan Yesus seperti yang dijelaskan di atas, menentang konsep dosa warisan ini.

Matius
Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."

Ayat-ayat terebut mennggambarkan Dihadapan 12 muridnya yesus meramalkan kematiannya, yesus sudah tahu kematiannya sudah dekat karena itulah dia mengabari kepada murid-muridnya. Setelah yesus menyampaikan ramalan tersebut semua muridnya tidak bertanya apapun, ada kemungkinan bahwa sebelumnya yesus juga telah memberi tahu muridnya bahwa dia akan dihukum mati.
Penebusan dosa manusia adalah hal yang paling penting dalam kekristenan karena menurut paulus semua manusia telah berdosa karena adam dan hawa memakan buah larangan, dosa manusia hanya bisa ditebus hanya oleh yesus bukan oleh orang lain, karena itulah sangat aneh dan janggal bila yesus mengatakan semuanya yang akan terjadi pada dirinya namun melewatkan hal yang paling penting yaitu penebusan dosa manusia karena dosa asal warisan adam..
Terjadinya dosa asal adalah pada jaman adam sebelum meninggalkan taman eden. Adalah hal yang sangat aneh karena adam sendiri tidak menyadari bahwa dirinya telah menyebabkan dosa bagi seluruh anak keturunannya, seorang manusia yang membuat anaknya menderita pasti akan timbul rasa penyesalan, maka sangat tidak logis bila adam yang telah melakukan dosa besar bagi seluruh umat manusia namun tidak ada penyesalan sedikitpun, demikian pula dengan hawa, seorang ibu pasti sayang kepada anaknya, bagaimana mungkin karena perbuatan bodohnya terbujuk oleh ular yang berakibat seluruh anak keturunannya sedunia berdosa namun tidak ada penyesalan sedikitpun. Fakta ini menunjukkan bahwa adam dan hawa tidak tahu bahwa akibat perbuatannya telah mewariskan dosa kepada anak keturunannya.
Mengapa adam dan hawa tidak tahu adanya dosa asal yang diakibatkan olehnya ?? karena allah tidak memberitahu adanya dosa asal yang harus ditanggung oleh semua keturunannya. Mengapa allah tidak memberitahu ?? karena allah memang tidak menjatuhkan hukuman kepada adam dan hawa dengan dosa asal yang harus ditanggung oleh seluruh manusia.
Akan menderita dan sakitnya perempuan saat hamil dan melahirkan sudah diberitahukan kepada mereka, maka mustahil masalah yang lebih besar yaitu dosa warisan, allah tidak memberitahukannya hal ini membuktikan bahwa dosa warisan memang tidak ada, diamnya allah dalam hal dosa asal ini menunjukkan bahwa memang tidak ada dosa asal atau dosa warisan, sangatlah mustahil allah menyembunyikan adanya kutukannya dan baru memberitahukan ribuan tahun kemudia kepada paulus.
Keanehan dan kejanggalan tidak berhenti sampai disini, yesus yang ditugaskan untuk menebus dosa manusia juga tidak tahu menahu tentang adanya dosa asal, bagaimana akal sehat bisa menerima adanya dosa asal bila yesus tidak mengajarkannya. Dosa warisan adalah masalah besar karena menyangkut dosa seluruh umat manusia sedunia dan justru misinya ke dunia karena untuk menyelesaikan dosa warisan ini, bila tidak ada dosa warisan maka allah tidak perlu repot-repot menjelma menjadi manusia dan turun ke dunia, karena itu tidak disinggungnya dosa warisan sama sekali oleh yesus membuktikan bahwa dosa warisan itu tidak ada,
dalam matius 5:22 yesus menyatakan bahwa hanya berkata “jahil” kepada saudaranya maka orang tersebut jarus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Masalah pengucapan kata “jahil” soleh seseorang saja begitu dianggap penting oleh yesus dan diajarkan kepada murid-muridnya, maka jika dosa warisan itu memang ada pastilah yesus mengajarkan kepada murid-muridnya. Adalah aneh dan mustahil yesus menyembunyikan hal tersebut kepada orang lain. 
Sampai saat ini umat yahudi tidak meyakini adanya dosa warisan, fakta ini menunjukkan bahwa ajaran dosa warisan baru muncul setelah adanya ajaran kristen dari paulus. Bila adam, abraham, musa dan semua bangsa israel termasuk yesus tidak tahu menahu tentang adanya dosa warisan, bahkan allah sendiripun juga tidak tahu maka ajaran dosa asal atau dosa warisan yang diajarkan paulus patut dipertanyakan asal usulnya darimana ??
Kesimpulannya adalah Para Nabi Allah tidak ada yang mengajarkan Dosa Warisan dan Penebusan Dosa. Risalah yang dibawa oleh semua Nabi  itu pada hakekatnya sama, yaitu monoteisme dan perbuatan baik. Semua Nabi menekankan adanya tanggungjawab individu atas segala perbuatan setiap manusia (Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Matius 16:27, Yeremia 31:29-30, II Tawarikh 25:4). Demikianpula dengan ajaran yesus yang selalu memegang taurat dan kitab para nabi pasti  berpendapat sama terbukti selama hidupnya yesus tidak pernah menyinggung dosa warisan karena memang tidak ada.
Bila dosa warisan tidak ada, apakah perlu yesus mati di tiang salib untuk menebus dosa manusia ?? karena itulah terdapat perbedaan kisah penyaliban dan kematian yesus di tiang salib yang diceritakan oleh keempat injil dalam alkitab, hal ini mengindikasikan bahwa kisah tersebut patut dipertanyakan, untuk lebih jelasnya bacalah :  .   .   .   .  .  .
Karena tidak ada kematian maka tidak ada kebangkitan yesus, paulus berkata : “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (korintus 15:14). Bagi orang yang mengaku pengikut yesus, Masih percayakah anda kepada ajaran yang bukan berasal dari yesus ??
---===---

Mari kita renungkan :
 
 


3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Kalau boleh diringkas, ada dua tema pokok tulisanmu:
    1. Menurut ajaran kristen, setelah kejatuhan adam manusia memiliki masalah yang sangat serius dan berat, semua manusia mewarisi dosa asal dari adam dan terpisah dari Allah.
    2. manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, sekuat apapun ia berusaha karena mereka tidak bisa mencapai standar kesucian. Itulah sebabnya karena kasihnya yang besar, Allah Bapa mengutus Putra-Nya Yang Tunggal datang ke bumi dan menjadi manusia untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga dosa manusia ditebus dan bisa dikembalikan kepada rancangan Allah semula.

    Berikut penjelasanku untuk menjernihkan kesimpulanmu.
    1. Karena adam, manusia terusir dari firdaus, begitu pula anak keturunannya. Jadi, siapapun dia, asalkan dia manusia, kristen atau bukan bahkan tidak beragama/bertuhanpun, menurut kepercayaan yang meyakini bahwa adam adalah bapa semua manusia, dengan lahir ke dunia, maka manusia telah kehilangan kehidupan sorganya yang penuh kemudahan dan kekekalan. manusia harus bersusah payah memenuhi kebutuhan jasmaninya dan menghadapi kematian (kehidupan fana. lihat Q 2:36; Q 7:24-25). Inilah penjelasan lanjutan tentag dosa warisan itu.
    Bagaimana dengan bayi imut yang baru lahir? ya... dia mewarisi dosa itu karena lahir ke dunia. bagaimana jika dia mati? Tuhan memiliki kuasa dan merupakan kuasa prerogatifNya untuk membawa si bayi kembali ke firdaus.
    Bagaimana jika ia tumbuh? baginya kelak berlaku juga dosa perbuatan yang menjadi tanggung jawab setiap pelakunya.

    2. Semua manusia yang hidup di dunia, mereka harus berusaha agar bisa kembali ke firdaus kelak (atau kamu tidak ingin kembali?). kesempatan itu telah diberikan oleh Tuhan sejak jaman adam, melalui hukum taurat, ajaran nabi2. Yakinkah kamu bahwa segala upayamu di dunia, melalui pahala yang kamu kumpulkan mengikuti ajaran nabimu, akan cukup membawamu masuk kembali ke firdaus sehingga kamu tidak perlu pertolongan Tuhan lagi?

    BalasHapus