Minggu, 03 April 2016

Menguji Konsep Dosa Warisan


Yang dimaksud rasionalitas kristen perspektif logika-yudaisme adalah Menguji agama kristen dengan menggunakan pertimbangan yang logis dari pikiran sehat berdasarkan  akal budi manusia dan juga meneropongnya dari sudut pandang ajaran yudaisme bila diperlukan,  hal ini disebabkan karena agama kristen berakar pada yudaisme dan adanya kaitan yang erat antara agama kristen dan agama yahudi.

Selama ribuan tahun perjanjian lama menjadi kitab suci, yang disembah oleh umat yahudi  adalah tuhan yang maha esa, namun tiba-tiba setelah perjanjian lama diakui sebagai bagian dari alkitab, umat kristen memperkenalkan tuhan trinitas dan dosa asal seluruh manusia yang sebelumnya tidak dikenal oleh abraham, musa dan para nabi lainnya.

bukankah sangat aneh, menggunakan kitab suci yang sama, tuhannya menjadi berbeda ?? bukankah tidak masuk akal bila tiba-tiba tuhan menjadi jahat menghukum seluruh manusia dengan dosa asal yang tidak pernah diperbuatnya ?? masih banyak ajaran kristen yang menimbulkan pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang tegas dan logis, bukankah kita beragama karena kita menginginkan akhir hidup kita di dunia bisa berlanjut dengan kekekalan dan kebahagiaan di surga ?? kita semua pasti tidak mau salah pilih dan mempertaruhkan masa depan kita berakhir di neraka, bukan ??


Agama yang benar pasti lolos uji, apakah kristen adalah suatu agama yang benar akan kita ketahui setelah diuji rasionalitasnya menggunakan logika akal budi manusia, alkitapedia membantu anda dalam pengujian tersebut melaui artikel berseri rasionalitas kristen perspektif logika-yudaisme, episode kali ini berjudul : "Menguji Konsep Dosa Warisan." 

Konsep dosa warisan benar-benar tidak dikenal dalam agama Yahudi dan Kekristenan di Timur Tengah, konsep ini hanya tersebar luas di gereja-gereja Eropa, benua Amerika, dan beberapa negara lainnya. dosa warisan adalah dosa asal yang diwariskan dari dosa manusia pertama yaitu adam kepada seluruh manusia.

kisah kejatuhan adam karena pelanggarannya memakan buah terlarang telah dikisahkan dalam kitab kejadian, selama ribuan tahun umat yahudi mengimani salah satu kitab sucinya tersebut tidak dikenal adanya dosa warisan, karena memang dalam kitab kejadian dengan jelas disebutkan semua hukuman yang harus ditanggung adam dan hawa atas kesalahannya sedangkan tentang dosa warisan tidak disinggung sama sekali, bahkan dalam semua kitab suci agama yahudi tidak dikenal adanya dosa warisan dan semua nabi yang datang datang dikemudian hari juga tidak mengenalnya termasuk yesus yang dianggap oleh umat kristen sebagai tuhan juga tidak tahu menahu, tidak ada konsep dosa waris dalam ajaran yesus. pembahasan selengkapnya bacalah artikel berseri rasionalitas kristen perspektif logika-yudaisme berjudul : "apa kata yesus tentang dosa warisan"

karena itulah menjadi sangat aneh dan janggal, setelah ribuan tahun umat yahudi dan pengikut yesus mula-mula dengan berdasar kitab yang sama tidak mengenal dosa warisan, tiba-tiba konsep dosa warisan ini muncul setelah yesus tiada di dunia, dalam alkitab sendiripun tidak disebutkan tuhan memfirmankannya, entah dari mana asalnya tidak diketahui, yang pasti paulus dalam suratnya kepada jemaat di roma ia mengajarkan adanya dosa seluruh manusia yang berasal dari adam karena pelanggarannya, saat itulah untuk pertama kalinya konsep dosa warisan muncul.  (roma 5:12).

Mengapa dikatakan konsep dosa warisan dan penebusan dosa berasal dari ide paulus ? sebab Pauluslah  yang pertama kali mengajarkan tentang Yesus sebagai penebus dosa  kepada jemaat di Korintus. "Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita." (1 Korintus 15:3).  Surat ini ditulis sekitar pertengahan tahun 50an untuk orang-orang Korintus, dimana Daerah ini terkenal sebagai kota metropolitan yunani kuno yang bergelimang dosa oleh pelacuran dan kebobrokan moral yang merajalela. Pada saat surat ini dibuat, belum ada satupun Injil yang ditulis, serta belum ada seseorang pun baik murid-murid Yesus maupun pengikut-pengikutnya yang mengatakan atau mengajarkan bahwa Yesus mati untuk menebus dosa manusia. 

Orang-orang Korintus menyambut ajaran paulus dengan gembira dan bersemangat. Mereka ingin segera mengenal Yesus Kristus yang masih segar kisah kematiannya di tiang salib serta merindukan pengalaman rohani yang baru dengan "Kristus baru" yang diperkenalkan Paulus. Ketertarikan mereka ini dilukiskan oleh Burton L. Mack dalam bukunya Who Wrote the New Testament, halaman 126: "They were impressed rather with the chance to experience the spirit of the new god called Christ and to manifest the spiritual sign that proved they had enter his kingdom." (mereka justru lebih tertarik pada kesempatan untuk mendapatkan pengalaman rohani dari tuhan baru yang disebut Kristus (Yesus) serta menyatakan tanda-tanda rohani yang membuktikan bahwa mereka telah memasuki kerajaannya).

Antusiasme warga korintus kepada yesus kristus dikarenakan Mereka sudah bosan dengan Kristus-kristus mereka yang lama dan sudah uzur, yang dianggapnya sudah tidak mampu lagi mengatasi persoalan mereka. Hal ini dinyatakan oleh Calvin J. Roetzel dalam bukunya The Letters of Paul, halaman 31: "The decline of social institution and the rise of a spirit of skepticism virtually destroyed the old religions. To be sure, certain primitive form of religion and new religions remained. But even though people still stood in awe of the power and mistery of certain primal forces, belief in the old gods - Zeus, Aphrodite, Apollo etc. -was on the wane." (Melemahnya lembaga sosial dan bangkitnya semangat skeptis, merusak agama-agama yang sudah ada. Namun, agama-agama primitif tertentu dan agama-agama baru masih tetap ada. Tetapi walaupun masyarakat masih mengagumi kekuatan dan misteri penguasa alam tertentu, namun kepercayaan kepada dewa-dewa lama - Zeus, Aphrodite, Apollo dll. - sudah mulai luntur). 

Pengalaman rohani dengan Kristusnya yang baru ini, diperkenalkan oleh Paulus kemana-mana sebagaimana yang dapat kita lihat dalam Suratnya kepada jemaat di Galatia: "Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?" (Galatia 3:1)

Selanjutnya agar dapat menghidupkan ajaran penebusan dosa dengan cara menumpahkan darah sebagaimana disebutkan diatas diperlukan ajaran lain atau dengan kata lain agar  ajaran penyelamatan atau Soteriologi salib bisa fungsional memerlukan doktrin Kristen tentang “dosa asal” atau “dosa warisan”. Inilah alasan mengapa dalam kekristenan ada ajaran dosa warisan sedangkan dalam agama yahudi, dengan menggunakan kitab yang sama yaitu perjanjian lama tidak dikenal adanya dosa warisan.

Konsep dosa warisan sangatlah tidak logis karena ajaran itu tidak dikenal pada agama lain termasuk agama Islam dan juga pada agama yahudi yang menjadi akar agama kristen, fakta ini memberikan citra buruk ajaran kristen yang selama ini digembar gemborkan sebagai agama kasih karena menunjukkan adanya tuhan yang kejam menghukum manusia yang tidak bersalah, pembahasan lebih lengkap bacalah artikel berseri rasionalitas kristen dalam perpektif logika yudaisme yang berjudul : "dosa warisan citra buruk tuhan yang kejam."

Ketidaklogisan konsep dosa warisan karena  banyak menimbulkan pertanyaan serius, diantaranya  :

1.  Adalah sangat tidak adil bagi si penerima dosa warisan, bagaimana orang bisa divonis berdosa tanpa melakukan kesalahan sedikitpun, Istilah kate Adam dan Hawa makan nangka kok gue kena getahnya.

2. Adalah sangat tidak adil dan kejam jika tuhan harus dibunuh dengan kejam untuk menebus dosa manusia, Istilah kate kita yang makan nangka, tuhan yang kena getahnya.

3. Adalah tidak logis bahwa untuk menebus dosa, di mulai dengan menimbulkan dosa baru karena adanya pembunuhan, istilah kate sebelum menikmati nangka, harus menikmati getahnya dulu.

4. Adalah sangat keterlaluan bila harus mengorbankan tuhan untuk manusia, seharusnyalah manusialah yang harus berterima kasih kepada tuhan atas karunia kehidupan yang kita terima, istilah kate kita makan nangka, si penjual nangka harus membayar kepada kita.

Sebenarnya Masih banyak pertanyaan lain yang muncul berkaitan dengan ajaran dosa warisan ini, misalnya, doktrin ini bukan mengajarkan kasih melainkan kekerasan, memberikan contoh pembalasan dendam, yaitu tuhan dengan seenaknya menghukum semua manusia tak bersalah, kemudian  dibalas oleh manusia dengan cara  membunuh tuhan di tiang salib untuk menebus dosa manusia.

Sebagai bukti  dosa warisan bukan merupakan ajaran dari tuhan adalah, tidak ada satu ayatpun dalam perjanjian lama yang berbicara mengenai dosa warisan, abraham, musa dan semua nabi tidak pernah mengajarkan, bahkan sedikitpun tidak pernah menyinggung adanya dosa adam yang diwariskan kepada manusia. Demikian juga dengan adam yang dikatakan sebagai penyebab dosa yang menjalar kepada seluruh manusia juga tidak tahu menahu adanya dosa warisan tersebut, tentunya semua orang yahudi pada zaman yesus juga tidak tahu bahwa dirinya telah berdosa dan terpisah dari allah.

umat kristen pasti menolak bila dikatakan konsep dosa warisan berasal dari ajaran paulus, namun yang jelas adalah Siapa pun yang menciptakan konsep ini, pastinya bukanlah Yesus, karena dalam alkitab tercatat bahwa Yesus berkata, "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." (Matius 19:14). 

Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana mungkin anak-anak kecil  yang belum dibaptis bisa masuk kerajaan sorga? Karena menurut doktrin Kristen, mereka yang tidak dibaptis pasti masuk neraka. Jadi ada dua pilihan disini: Entah anak-anak terlahir dengan membawa dosa warisan sehingga masuk neraka atau akan masuk Kerajaan Sorga. Gereja harus memilih salah satunya. Tentunya kita tidak bisa membayangkan bahwa seorang bayi yang lucu dan imut, yang masih belum dibaptis, akan masuk neraka apabila dia meninggal dunia. bahkan kitab Yehezkiel 18:20 berbunyi, "Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya."

Ulangan 24:16 mengulangi pesan yang sama. Sebagian orang mungkin dapat berkata “Tapi ayat tersebut adalah Perjanjian Lama! Kami orang-orang Kristen mengikuti Perjanjian Baru.” walau demikian Perjanjian Lama tidak lebih tua daripada Adam! Jika dosa warisan memang sudah ada dan berasal dari Adam dan Hawa, pastilah konsep itu ada dalam kitab perjanjian lama dan Tentunya para nabi dari segala zaman akan mengajarkan tentang konsep dosa warisan kepada pengikut-pengikutnya. Namun faktanya tidaklah demikian! Bahkan Yesus seperti yang dijelaskan di atas, menentang konsep dosa warisan ini.

Menurut ajaran kristen,  setelah kejatuhan adam manusia memiliki masalah yang sangat serius dan berat, semua manusia mewarisi dosa asal dari adam, mereka terpisah dari Allah. manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, sekuat apapun ia berusaha karena mereka tidak bisa mencapai standar kesucian. Itulah sebabnya karena kasihnya yang besar, Allah Bapa mengutus Putra-Nya Yang Tunggal datang ke bumi dan menjadi manusia untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga dosa manusia  ditebus dan bisa dikembalikan kepada rancangan Allah semula.

pernyataan "karena kasihnya yang besar, Allah Bapa mengutus Putra-Nya Yang Tunggal menebus dosa manusia" adalah sangat lucu dan tidak masuk akal bila penebusan dosa dikatakan sebagai kasih allah yang besar,  bukankah allah sendiri yang memulai dengan menghukum manusia dengan dosa warusan ?? bukankah sejak awal allah tahu bahwa adam pasti akan melanggar larangan memakan buah ditaman eden ?? mengapa tetap saja allah meletakkan pohon pengetahuan di taman eden ?? bukankah membebani semua manusia dengan dosa warisan menunjukkan allah yang kejam dan tiada kasih ?? pembahasan lebih lengkap bacalah artikel berseri rasionalitas kristen dalam perpektif logika yudaisme yang berjudul : "pertanyaan dari seorang ateis tentang penciptaan manusia dan dosa warisan".

Apakah konsep dosa warisan masuk akal? Gunakanlah akal kita. Jika kita melihat  seorang bayi dan lihatlah wajah  dan keluguannya, begitu susah untuk meyakinkan diri kita bahwa jika bayi ini mati, maka dia akan masuk neraka karena dosa warisan. Nyatanya, tidak seorangpun yang pernah melihat seorang bayi dan mengatakan “Oh, betapa jahatnya bayi ini. Dia perlu dijebloskan ke penjara.”.

Dosa warisan adalah hal yang paling penting untuk dijelaskan kepada orang-orang yahudi, anehnya selama yesus melakukan penginjilan kepada mereka, ia tidak pernah membicarakan tentang dosa warisan, bahkan  disinggung sedikitpun juga tidak, termasuk kepada 12 orang muridnya, yesus juga tidak pernah mengajarkannya, bahkan sampai akhir hayatnya, yesus tidak tahu menahu tentang dosa warisan.

Sampai saat ini umat yahudi tidak meyakini adanya dosa warisan, fakta ini menunjukkan bahwa ajaran dosa warisan baru muncul setelah adanya ajaran kristen dari paulus. Bila adam, abraham, musa dan semua bangsa israel termasuk yesus tidak tahu menahu tentang adanya dosa warisan, bahkan allah sendiripun juga tidak tahu maka ajaran dosa asal atau dosa warisan yang diajarkan paulus patut dipertanyakan asal usulnya darimana ??

agama kristen mengajarkan bahwa efek dari dosa warisan atau dosa asal ini kemudian menjangkiti semua manusia yang dilahirkan oleh Adam-Hawa. karena Adam-Hawa berdosa, maka semua manusia yang dilahirkan menjadi memiliki natur dosa. Dosa warisan adalah "dosa dan kesalahan dimiliki oleh semua manusia" sebagai akibat secara langsung dari dosa Adam di Taman Eden. manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa dan mempunyai kodrat secara natural akan berbuat jahat dan dosa. "Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa" (Roma 5:19).

karena konsep yang keliru inilah maka menurut matius 5:28-29 orang yang memandang perempuan dan menginginkannya sudah dianggap berzinah dalam hati dan dihukum dengan congkel mata. tentu saja penghakiman ini terlalu berlebihan apalagi hukum cungkil mata disamping terlalu kejam juga sulit dan mustahil dapat dilaksanakan. pembahasan lebih lengkap bacalah artikel berseri rasionalitas kristen dalam perpektif logika yudaisme yang berjudul : "perbandingan logis ajaran kristen dan islam."

sebagai perdibandingan dalam islam diajarkan bahwa semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, yaitu suci tanpa dosa, tidak ada yang namanya berdosa ketika memikirkan sesuatu yang jahat. Bagi seorang Muslim, pikiran jahat dapat menjadi amal baik bila orang tersebut menolak untuk menindaklanjuti pikiran jahatnya. dalam perspektif Islam, pikiran jahat hanya menjadi dosa ketika hal tersebut dilakukan. pikiran yang baik tidak selalu menjadi hal pertama yang terlintas dalam benak manusia, bahkan manusia mempunyai kecenderungan berbuat jahat. Karena itu, dalam perspektif Islam, pikiran untuk berbuat baik saja sudah diganjar pahala, meskipun jika pikiran baik itu tidak ditindaklanjuti. Dan ketika orang tersebut benar-benar melakukan perbuatan baik, Allah melipatgandakan pahalanya.


kesimpulannya adalah menghukum manusia sejak lahir sebagai manusia berdosa menunjukkan tuhan yang kejam dan tidak adil. walaupun ada kecenderungan manusia berbuat jahat namun memvonis manusia secara natural selalu berfikiran jahat adalah merendahkan nilai kemanusiaan, apalagi menjatuhkan hukuman kepada manusia yang hanya berfikir jahat namun tidak melakukannya adalah suatu kekejian dan kejahatan kemanusiaan, karena itulah konsep dosa waris selain tidak logis juga kejam dan tidak adil.

1 komentar:

  1. Karena itu kamu tidak usah repot2 berusaha menghapus dosa warismu supaya kelak jika kamu mati akan masuk neraka hehehe. Rasain lu

    BalasHapus